Manusia dan kebudayaan merupakan kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan dan terpisahkan, pendukung kebudayaan
merupakan manusia itu sendiri, sekali pun manusia akan mati atau meninggal
namun kebudayaan yang di miliki akan diwariskan pada keturunananya, dan
seterusnya kebudayaan tidak hanya diwariskan dengan cara vertikal saja
namun juga horizontal maksudnya adalah bukan hanya dari anak cucu mereka namun
juga manusia yang ingin belajar kebudayaan dari manusia lain dengan kata lain
berbagi pengalaman dalam hal kebudayaan guna pelestarian kebudayaan dengan cara
komunikasi kepada manusia atau orang lainya baik dari lembaga maupun perorangan,
organisasi baik secara lisan maupun tertulis bahkan praktek langsung. Perubahan
kebudayaan dapat tumbuh kembang oleh zaman perubahan itu baik penamabahan
maupun pengurangan. Hal ini dapat terjadi karena adanya pesebaran budaya
dari masa kemasa dari suatu tempat ketempat lainya bahkan dari unsur
persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada. Hal ini di pandang bahwa suatu kebudayaan
dapat ketinggalan zaman, karena adanya perubahan. Kebudayaan sebagai ciptaan
atau warisan hidup bermasyarakat merupakan hasil dari daya cipta atau
kreativitas para pendukungnya dalam rangka berinteraksi dengan alamnya.
Kebudayaan sebagai ciptaan serta warisan hidup
masyarakat merupakan hasil dari daya cipta atau kreativitas para
penduduknya dalam rangka berinteraksi dengan ekologinya. Yaitu untuk memenuhi
keperluan biologisnya dan kelangsungan hidupnya sehingga mereka
mampu tetap survival. Keselarasan hubungan manusia dengan lingkungan fisik,
bukan hanya akan dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam, tetapi
juga dapat di pakai untuk mengembangkan diri manusia dan masyarakat. Apabila ini
yang terjadi, akan tercapai suatu keselarsan hubungan antara alam dan manusia.
Kebudayaan yang beragam menjadi salah satu hal yang menarik yang berada di
suatu bangsa indonesia, selain menjadi ciri khas suatu bangsa, kebudayaan juga
merupakan sebagai alat pemersatu bangsa lewat karya-karya seni yang di
selenggarakan seperti adanya sebuah festifal seni dan budaya dari beragam suku
di indonesia. Dari sini dapat terliahat ada kemajemukan, kesejahteraan,
kedamaian bangsa yang terlihat lewat kebudayan yang bertumpu pada Bhinneka
Tunggal Ika.
Kondisi budaya suatu bangsa dan tingkat
pembangunan yang di upayakan berada pada hubungan yang saling mempengaruhi.
Karena itu, keanekaragaman suku-bangsan golongan sosial di Indonesia telah
memunculkan pula terjadinya berbagai pola strategi adaptasi. Oleh karena
pentingnya penanaman nilai luruh suatu kebudayaan setra adat istiadat kepada
anak cucu kita agar tidak tergeser oleh waktu serta zaman. Jadikan kebudayaan
suatu ke khasan nilai-nilai yang terpenting bagi suatu daerah serta menjadikan
aset terpenting dalam pembangunan di zaman moderen sebagai patokan dalam
pengembangan suatu negara atau pun wilayah yang selalu menjaga kelestarian
Kebudayaan. Mari jadikan kebudayan yang ada di negeri Indonesia sebagai suatu
hal yang menjadi ciri khas Indonesia lewat adat istiadatnya dan karya-karya
seni yang mengambarkan negara yang “Berbeda-beda tetapi tetap satu"
Salah satu contoh pelestarian kebudayaan dan adat istiadat yaitu Desa budaya pampang
di Samarinda, Kalimantan timur, Merupakan kawasan permukiman suku Dayak sekaligus
sebagai Taman Budaya yang dijadikan obyek wisata budaya oleh pemerintah Kota Samarinda yang menampilkan Kebudayaan dan kesenian suku Dayak asli seperti atraksi budaya, kesenian dan kerajinan.
Desa Pampang berdiri tahun 1973
yang bermula dari perpindahan penduduk Longliis, Apokayan, Kabupaten Bulungan
yaitu Jawi Ngau, Petingai, Taman Bulan, Aman juli, Taman ana, Palejo dan Bit
Imang. Yang masing-masing membawa lima anggota. Dari daerah asal, mereka berjalan
kaki menyusuri alur Mahakam, kemudian sehingga pada suatu daerah untuk bertani
dan berpindah lagi hingga mencapai Desa Pampang yang selanjutnya merea anggap
cocok untuk tempat bertani dan berinteraksi dengan alam. Setiap minggu di Desa
Pampang diadakan pertunujakn atau
atraksi kesenian yaitu Kancet Lasan, Kancet Punan Lettu, Kancet Nyelama Sakai,
Tari Hudog, Manyam Tali, Pamung Tawai, Burung Enggan dan Leleng. Lenggak-lenggok para pemuda dan pemudi dayak
sungguh elok di pandang mata. Inilah salah satu kebudaya yang di lestarikan, masih banyak lagi dan beragam kebudayan yang ada di Kota Samarinda yang terus dijaga kelestariannya.



