Senin, 29 April 2013

Kebudayaan Alat Pemersatu Bangsa


         Manusia dan kebudayaan merupakan kesatuan yang tidak  dapat dipisahkan  dan terpisahkan, pendukung kebudayaan merupakan manusia itu sendiri, sekali pun manusia akan mati atau meninggal namun kebudayaan yang di miliki akan diwariskan pada keturunananya, dan seterusnya kebudayaan tidak hanya diwariskan dengan cara vertikal saja namun juga horizontal maksudnya adalah bukan hanya dari anak cucu mereka namun  juga manusia yang ingin belajar kebudayaan dari manusia lain dengan kata lain berbagi pengalaman dalam hal kebudayaan guna pelestarian kebudayaan dengan cara komunikasi kepada manusia atau orang lainya baik dari lembaga maupun perorangan, organisasi baik secara lisan maupun tertulis bahkan praktek langsung. Perubahan kebudayaan dapat tumbuh kembang oleh zaman perubahan itu baik penamabahan maupun pengurangan. Hal ini dapat terjadi karena adanya pesebaran budaya dari masa kemasa dari suatu tempat ketempat lainya bahkan dari unsur persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada. Hal ini di pandang bahwa suatu kebudayaan dapat ketinggalan zaman, karena adanya perubahan. Kebudayaan sebagai ciptaan atau warisan hidup bermasyarakat merupakan hasil dari daya cipta atau kreativitas para pendukungnya dalam rangka berinteraksi dengan alamnya.
      Kebudayaan sebagai ciptaan serta warisan hidup masyarakat  merupakan hasil dari daya cipta atau kreativitas para penduduknya dalam rangka berinteraksi dengan ekologinya. Yaitu untuk memenuhi keperluan biologisnya dan kelangsungan hidupnya  sehingga mereka mampu tetap survival. Keselarasan hubungan manusia dengan lingkungan fisik, bukan hanya akan dapat dipakai untuk mengembangkan daya dukung alam, tetapi juga dapat di pakai untuk mengembangkan diri manusia dan masyarakat. Apabila ini yang terjadi, akan tercapai suatu keselarsan hubungan antara alam dan manusia. Kebudayaan yang beragam menjadi salah satu hal yang menarik yang berada di suatu bangsa indonesia, selain menjadi ciri khas suatu bangsa, kebudayaan juga merupakan sebagai alat pemersatu bangsa lewat karya-karya seni yang di selenggarakan seperti adanya sebuah festifal seni dan budaya dari beragam suku di indonesia. Dari sini dapat terliahat ada kemajemukan, kesejahteraan, kedamaian bangsa yang terlihat lewat kebudayan yang bertumpu pada Bhinneka Tunggal Ika.
       Kondisi budaya suatu bangsa dan tingkat pembangunan yang di upayakan berada pada hubungan yang saling mempengaruhi. Karena itu, keanekaragaman suku-bangsan golongan sosial di Indonesia telah memunculkan pula terjadinya berbagai pola strategi adaptasi. Oleh karena pentingnya penanaman nilai luruh suatu kebudayaan setra adat istiadat kepada anak cucu kita agar tidak tergeser oleh waktu serta zaman. Jadikan kebudayaan suatu ke khasan nilai-nilai yang terpenting bagi suatu daerah serta menjadikan aset terpenting dalam pembangunan di zaman moderen sebagai patokan dalam pengembangan suatu negara atau pun wilayah yang selalu menjaga kelestarian Kebudayaan. Mari jadikan kebudayan yang ada di negeri Indonesia sebagai suatu hal yang menjadi ciri khas Indonesia lewat adat istiadatnya dan karya-karya seni yang mengambarkan negara yang “Berbeda-beda tetapi tetap satu"


       Salah satu contoh pelestarian kebudayaan dan adat istiadat yaitu Desa budaya pampang di Samarinda, Kalimantan timur, Merupakan kawasan permukiman suku Dayak sekaligus sebagai Taman Budaya yang dijadikan obyek wisata budaya oleh pemerintah Kota Samarinda yang menampilkan Kebudayaan dan kesenian suku Dayak  asli seperti atraksi budaya, kesenian dan kerajinan. 


Desa Pampang berdiri tahun 1973 yang bermula dari perpindahan penduduk Longliis, Apokayan, Kabupaten Bulungan yaitu Jawi Ngau, Petingai, Taman Bulan, Aman juli, Taman ana, Palejo dan Bit Imang. Yang masing-masing membawa lima anggota. Dari daerah asal, mereka berjalan kaki menyusuri alur Mahakam, kemudian sehingga pada suatu daerah untuk bertani dan berpindah lagi hingga mencapai Desa Pampang yang selanjutnya merea anggap cocok untuk tempat bertani dan berinteraksi dengan alam. Setiap minggu di Desa Pampang  diadakan pertunujakn atau atraksi kesenian yaitu Kancet Lasan, Kancet Punan Lettu, Kancet Nyelama Sakai, Tari Hudog, Manyam Tali, Pamung Tawai, Burung Enggan dan Leleng.  Lenggak-lenggok para pemuda dan pemudi dayak sungguh elok di pandang mata. Inilah salah satu kebudaya  yang di lestarikan, masih banyak lagi dan beragam kebudayan yang ada di Kota Samarinda yang terus dijaga kelestariannya.

2 komentar:

  1. mantap nih..msk k sini jd kyk msk daerah kalimantan :D ada musik daerahnya..

    BalasHapus
  2. heheh makasih gan,,,, makasih kunjungannya :) Salam blogger ^_^

    BalasHapus