Melihat sosoknya yang unik, menatap tatapanya yang lugu, mungkin hal yang pertama hadi di benak adalah betapa lucunya satwa ini Tak terhenti di situ, Orang utan punya makna lebih dari seekor ikon sirkus atau taman marga satwa. Jauh dari kesalahkapraha tentang dirinya, Orang utan adalah jangkar pengikat sebuah ekosistem hutan.
Untuk bisa terus hidup, manusia perlu keberadaan sang Bumi. Bumi perlu ekosistem dan ekosistemnya ada jika elemen-elemennya ada. Indonesia memiliki 3 dari 7 hutan pengikat ozon utama di dunia. Hutan Kalimantan perlu Orangutan untuk membantu kita semua tetap eksis,terhindar dari kepunahan di masa depan.
Sebagai makhluk hidup yang tergantung pada keberadaan hutan, orangutan dapat dianggap sebagai wakil terbaik dari struktur keanekaragaman hayati hutan tropis yang berkualitas tinggi. Oleh karenanya, orangutan dapat dijadikan sebagai spesies payung untuk konservasi hutan hujan tropis. Hutan yang dihuni orangutan dengan kepadatan 1 sampai 5 ekor tiap kilometer persegi dapat menediakan habitat bagi paling sedikit 5 jenis burung rangkong, 50 jenis pohon buah-buhan dan 15 jenis liana dan berbagai jenis hewan lainya.
bayangkan perananya dalam keberadaan ekosistem. bayangkan apa yang terjadi bila Orangutan terancam kepunahan. Apa yang akan terjadi 1 tahun bahkan 10 tahun mendatang?
" Jangan Tukar kami dengan Batubara dan Kelapa Sawit "
perkiraan yang kita lihat sekarang industri penebangan hutan bahkan tambang batu bara di Kalimantan akan mengakibatkan kepunahan hutan total baik pepohonan maupun satwa flora dan fauna. dalam data statistik menyatakan rata-rata 2.000 Orangutan lenyap tiap tahunnya dan kurang dari 10 tahun mendatang, Orangutan akan punah sepenuhnya di permukaan bumi.
![]() |
Apa Salah Kami...
Kami tidak mengganggu.... |
Dengan kesadaran akan perlunyan kita ikut serta dalam mengelola alam dengan sebaiknya dan melestrarikan bahkan hidup berdampingan dengan alam untuk masa yang akan datang dan selamatkan Orangutan dari kepunahan karena itu menyelamatkan kita semua dari kepunahan di masa datang.
Salam sahabat hutan..
Salam Lestari..





wah..yang ini yang semakin habis dibabat manusia...
BalasHapus